5 Jenis Dinding untuk Proyek Perumahan Masonry

Kekuatan dan daya tahan dinding di rumah mungkin merupakan aspek terpenting dari integritas strukturalnya. Proyek konstruksi pasangan bata perumahan harus mempertimbangkan hal ini untuk memastikan stabilitas struktur untuk tahun-tahun mendatang. Penggunaan material seperti granit, batako, batu dan batako menambah keawetan dinding. Berikut lima jenis dinding yang sering digunakan pada rumah.




1. Bantalan Beban


Untuk jenis dinding, bata, beton, atau balok beton biasanya menjadi pilihan yang disukai. Dinding penahan beban membawa beban yang dipindahkan dari atap ke pondasi. Mereka juga ideal untuk penggunaan eksterior dan interior. Banyak orang lebih suka dinding ini daripada yang memiliki struktur berbingkai karena seringkali lebih ekonomis. Ketebalan dinding yang dibutuhkan tergantung dari jumlah beban atap. Misalnya, bangunan dengan dua lantai atau lebih biasanya memiliki dinding penahan beban yang lebih tebal.


2. Diperkuat


Bagi mereka yang tinggal di daerah rawan cuaca buruk, dinding yang diperkuat adalah pilihan ideal. Mereka tidak mudah retak, yang dapat disebabkan oleh tekanan eksternal. Penguatan biasanya ditempatkan di dalam dinding dalam posisi vertikal dan horizontal pada interval tertentu untuk memastikan kekuatan tambahan. Jumlah tulangan juga dapat bergantung pada jumlah dukungan yang harus disediakan oleh dinding.


3. Komposit


Biasanya tembok ini menggunakan dua bahan atau lebih. Misalnya, dapat berisi bata berlubang bersama dengan batu bata atau batu standar. Dinding ini ekonomis dan memberikan tampilan unik pada bangunan. Bahan-bahan diikat menjadi satu, dan bagian-bagiannya dihubungkan satu sama lain menggunakan ikatan baja. Sambungan horizontal juga dapat digunakan untuk memastikan penguatan yang optimal.


4. Berongga


Pada pasangan bata perumahan, dinding berlubang dapat digunakan untuk mencegah kelembaban mencapai bagian dalam rumah. Ini bekerja dengan menciptakan ruang antara dinding interior dan eksterior. Ruang tersebut mencegah panas masuk ke interior, menjadikan opsi ini ideal bagi pemilik rumah yang ingin mengontrol suhu di dalam. Permukaan luar mungkin memiliki fitur yang disebut "lubang tangisan" untuk mengalirkan air yang dapat menyebabkan penumpukan kelembapan di dalam ruangan. Lapisan kedap air atau tahan lembab dapat diaplikasikan pada struktur untuk mencegah kemungkinan kerusakan air.


5. Pasca-Ketegangan


Dinding pasca-stres dirancang untuk tahan terhadap peristiwa cuaca ekstrem, seperti gempa bumi dan tornado. Opsi ini biasanya memiliki batang pasca-tegangan yang melewati inti dinding. Mereka dapat diikat dan ditambatkan ke struktur penyangga baja di bagian atas setelah pengawetan untuk memastikan kekuatan maksimum.


Pemilik rumah disarankan untuk bekerja sama dengan kontraktor batu perumahan profesional untuk memastikan proyek yang sukses. Seperti banyak proyek konstruksi lainnya, kekuatan dan daya tahan produk jadi bergantung pada jenis bahan yang digunakan dan tujuan strukturnya.

LihatTutupKomentar